in Current Issue, Life

Dokter Norman Lubis: si penerbang dan dokter mata

Saya tahu Dokter Norman, he once scolded me šŸ™‚ Dokter Norman adalah pilot pesawat latih naas yang tewas saat Bandung Air Show beberapa hari lalu. Tragis. Kabarnya, ia adalah seorang pilot handal dan tiap minggu menerbangkan pesawat, yang memang merupakan hobinya.

Okay, he scolded me once. Why? Waktu itu ngantar istri berobat ke dokter mata di Bandung Eye Center, dan dari beberapa faktor, akhirnya kami memilih Dokter Norman. Di dalam ruangan, saya berdiri terlalu dekat saat pemeriksaan dan mengganggu konsentrasinya, jadi saya disuruh “Kamu duduk di sana aja.”, sambil menunjukkan pojokan lain di ruangan.

Sialan, baru kali ini di-“usir” šŸ™‚

Yang membuat Dokter Norman ini memorable adalah dia agak membentak Ike! šŸ™‚ funny, isn’t it? Dia bilang dengan nada keras “Kamu ini punya mata kok ga dijaga!?”.

At that point, saya langsung tahu he’s a good doctor. Dia begitu perhatiannya sama mata si pasien. Well, mungkin agak susah dijelaskan, tapi saya dapat merasakannya. I’m not writing this because he is gone, I’m writing this because i was unusually moved by a doctor.

Okay, i don’t want to talk about how current system and environment in Indonesia may develop many business-minded doctors. Not now.

Dokter Norman ini berbeda. Setelah sesi pertama itu, Ike bbrp kali konsultasi Dengan beliau. Well, i must look for another ophthalmologist, a good one, which are rare to find. May you find peace up there, Doc.

Subcribe to Updates

I write occasionally. Subscribe to this newsletter and I will update you every time I post something interesting.